Hai, Sahabat Flora! Kalian ada yang profil risiko investasinya moderat atau agresif nggak sih? Pasti sudah tahulah kalau GTSI naik 14% dalam 3 bulan terakhir ‘kan?
Aku kurang lebihnya paham sih kalau pergerakan harga selama tiga bulan bisa jadi salah satu bahan awal untuk menelaah sebuah emiten.
Berdasarkan perhitungan return bulanan yang dimajemukkan, saham gtsi mencatat kenaikan sekitar 14% pada Juli hingga September 2026.
Kenaikan tersebut berasal dari return +30,77% pada Juli dan +11,76% pada Agustus, sebelum terkoreksi 21,64% pada September.
Bagi investor, data tersebut bisa jadi titik awal untuk mencermati pergerakan harga, valuasi, dan kondisi keuangan GTSI.
Makanya, saranku Sahabat Flora yang profil risikonya moderat sampai agresif, jangan lupa buat cek terus secara berkala menggunakan aplikasi trading saham terbaik seperti Makmur ya!
Mengenal GTSI
Iya. Iya. Aku paham. Nggak semua pembaca blogku punya profil risiko investasi yang saham friendly. Ada juga yang konservatif.
Tapi, kalau Sahabat Flora ingin tahu apa itu GTSI? Aku nggak keberatan kok mengenalkannya pada kalian.
GTSI merupakan kode saham PT GTS Internasional Tbk yang bergerak di bidang angkutan laut untuk gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).
Kegiatan usahanya mencakup pengangkutan LNG, jasa penyimpanan dan regasifikasi melalui floating storage and regasification unit (FSRU), serta manajemen kapal.
Berdasarkan data 7 Oktober 2026, GTSI punya market cap Rp2,18 triliun dengan tradable shares sebanyak 15,82 miliar lembar.
Gimana? Sudah kenal sama GTSI dong. Yuk lanjut sama ringkasan performanya!
Ringkasan Performa GTSI

Biar kuringkaskan data utama GTSI per 7 Oktober 2026 antara lain sebagai berikut:
- Indikator GTSI Market cap: Rp2,18 triliun
- P/E ratio -33,33
- P/S ratio 3,51
- P/B ratio 2,45
- EPS -4,14
- ROA -2,66%
- ROE -7,63%
- Gross profit margin 4,88%
- Operating profit margin -16,03%
- Net interest margin -10,75%
- DPS 1,00
- Dividend yield 0,72%
- DER 1,62 kali
- Volume harian 18,89 juta
- Rata-rata volume 3 bulan 47,04 juta
Data tersebut menunjukkan bahwa profitabilitas GTSI masih menjadi perhatian.
Bayangkan! EPS tercatat negatif sebesar -4,14, sementara ROA dan ROE masing-masing berada di -2,66% dan -7,63%. Operating profit margin juga masih negatif di -16,03%.
Kondisi tersebut turut memengaruhi cara membaca P/E ratio GTSI yang berada di -33,33.
Meski begitu, P/E negatif nggak bisa diinterpretasikan dengan cara yang sama seperti perusahaan yang menghasilkan laba positif.
Oleh karena itu, rasio tersebut sebaiknya dibaca bersama kondisi laba, margin, dan prospek bisnis perusahaan ya, Sahabat Flora.
Mengapa GTSI Naik 14% dalam 3 Bulan Terakhir?
Seperti yang kubilang tadi, kenaikan sekitar 14% pada Juli sampai September 2026 terbentuk dari penguatan besar pada dua bulan pertama yang kemudian sebagian terkoreksi pada September.
Begini detailnya, return GTSI mencapai +30,77% pada Juli dan +11,76% pada Agustus. Pada September, saham terkoreksi sebesar 21,64%.
Semisal ketiga return tersebut dimajemukkan secara berurutan, hasilnya sekitar +14%. Yang artinya, kenaikan tiga bulan tersebut nggak terjadi secara konsisten setiap bulan karena sebagian penguatan sebelumnya terkikis oleh koreksi pada September.
Pergerakan GTSI sepanjang 2026 juga menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi.
Return bulanan tercatat -4,11% pada Januari, +10,71% pada Februari, -40,00% pada Maret, +18,28% pada April, -28,18% pada Mei, dan -25,95% pada Juni.
Setelah periode Juli sampai September, return Oktober 2026 tercatat +2,99%. Rata-rata return bulanan sepanjang 2026 berada di -4,54%.
Pola tersebut menunjukkan bahwa kenaikan 14% dalam tiga bulan perlu ditempatkan dalam konteks pergerakan harga yang cukup berubah-ubah.
Di sisi lain, kondisi fundamental juga perlu diperhatikan karena EPS, ROA, ROE, dan operating margin GTSI masih negatif berdasarkan data yang digunakan.
Buat Sahabat Filia yang profil risiko investasinya masih konservatif dan pingin menjajal investasi saham gimana?
Mulai Berinvestasi di Makmur
Makmur bisa Sahabat Flora gunakan untuk memantau data dan pergerakan saham GTSI dalam satu aplikasi. Kalian bisa melihat indikator seperti P/E ratio, ROE, DER, dividend yield, serta histori return sebelum menentukan keputusan investasi.
Untuk memulai, buka aplikasi Makmur dan cari kode GTSI. Setelah menemukan saham tersebut, kalian bisa membandingkan pergerakan harga dengan data valuasi dan profitabilitasnya.
Dengan begitu, kenaikan 14% dalam tiga bulan bisa ditempatkan dalam konteks yang lebih lengkap dan nggak jadi satu-satunya dasar pertimbangan.
GTSI mencatat kenaikan sekitar 14% pada Juli sampai September 2026, tapi pergerakan tersebut terbentuk dari penguatan besar pada Juli dan Agustus yang kemudian diikuti koreksi pada September.
Di sisi fundamental, EPS dan sejumlah indikator profitabilitas masih negatif. Oleh karena itu, data harga, kondisi keuangan, dan risiko bisnis sebaiknya dipertimbangkan secara bersamaan sebelum mengambil keputusan.
Pantau data GTSI dan pelajari indikatornya melalui Makmur sebelum menentukan langkah investasi.





