Minder Adalah: Ciri-ciri, Penyebab, Hingga Cara Mengatasinya

Minder adalah perasaan yang sering kita rasakan saat melihat kondisi orang lain yang kita nilai lebih baik. Tidak selalu jelas perbandingannya. Apalagi di era gempuran media sosial saat ini.

Ada banyak sekali kabar berita dari teman maya. Banyak yang membagikan momen bahagianya, rasa syukurnya dan masih banyak yang lain.

Lalu, kita merasa minder karena merasa tidak lebih baik dari kabar-kabar tersebut. Memang apa itu minder?

Minder Adalah

Minder adalah kondisi psikologis di mana seseorang merasa rendah diri atau tidak sepadan dengan orang lain dalam beberapa aspek, seperti penampilan, kemampuan, atau status sosial.

Perasaan ini bisa memengaruhi siapa saja, dari berbagai latar belakang dan usia. Kondisi ini tidak hanya merugikan kesehatan mental, tetapi juga bisa menghambat potensi seseorang dalam berbagai aspek kehidupan.

Meski kita mungkin sudah tidak asing dengan perasaan ini, tidak ada salahnya bila kita membahasnya bersama. Kayak, seperti apa sih ciri-ciri minder?

Ciri-Ciri Minder

Ciri-ciri Minder

Kita tidak harus tahu apakah ada seorang di sekitar kita yang sedang merasa rendah diri. Tapi, kita harus memastikan bahwa kita tidak perlu merasa rendah diri atau minder karena apapun.

Oleh karena itu, pastikan kita tidak memiliki ciri-ciri minder sebagai berikut:

1. Penghindaran

Seorang yang merasa rendah diri akan berusaha menghindari situasi sosial atau tugas-tugas yang menantang. Kenapa begitu?

Dia atau kita yang punya perasaan minder akan merasa takut gagal. Belum lagi, kita akan merasa bahwa semua orang akan menolak apapun yang datang dari kita, misal ide atau pendapat.

Meskipun kenyataannya tidak begitu. Tapi, perasaan rendah diri akan membuat kita merasa seperti itu.

2. Kritik Diri yang Berlebihan

Kita hanya akan fokus pada kelemahan diri. Selalu berpikir negatif dan enggan untuk mengembangkan kemampuan diri karena merasa tidak akan mampu.

Tidak heran, bila seseorang yang terbelenggu oleh rasa minder akan selalu merasa orang lain jauh lebih hebat daripada dirinya. Sementara kita akan merasa orang lain hanya melihat kelemahan kita saja.

Alih-alih berusaha sendiri, kita akan cenderung lebih suka menonton kesuksesan orang lain.

3. Kesulitan dalam Menerima Pujian

Boro-boro menerima pujian. Kita saja tidak berani memulai percakapan dengan orang lain untuk mengungkapkan ide atau pendapat.

Kalaupun ada orang yang memuji, kita akan merasa bahwa pujian tersebut tidak pantas. Lebih buruk lagi, kita akan merasa bahwa mereka memuji kita dengan tidak tulus.

4. Perasaan Tidak Layak atau Tidak Cukup Baik

Merasa rendah diri tidak menghalangi kita untuk melihat apa yang ingin orang lain tunjukkan. Tanpa sadar, kita akan sering membandingkan diri dengan orang lain. Lalu, kita akan merasa selalu ada yang kurang.

Tidak mengapa bila perasaan tersebut membuat kita untuk berusaha mengembangkan kemampuan. Sayangnya, kita selalu merasa tidak mampu.

Memang apa sih yang menyebabkan kita merasa minder atau rendah diri?

Penyebab Minder

Penyebab Minder

Penyebab minder bisa sangat kompleks dan bervariasi. Namun ada beberapa faktor umum yang menyebabkan kita merasa rendah diri, di antaranya:

1. Pengalaman Masa Lalu

Kita pernah mengalami hal-hal negatif, seperti bullying atau kritik berlebihan dari orang tua dan guru. Hal ini bisa meninggalkan dampak jangka panjang terhadap rasa percaya diri.

2. Tekanan Sosial dan Media

Kita terlalu akrab sama media sosial dan terlalu memperdulikan penilaian dari orang lain. Sementara itu, terkadang standar yang ada di media sosial tidak realistis.

Hal ini bisa menimbulkan tekanan bagi kita saat ingin memenuhi ekspektasi sosial tersebut. Sehingga, kita merasa tidak cukup baik.

3. Perbandingan dengan Orang Lain

Media sosial adalah tempat yang sering kita jadikan untuk berbagi. Segala kisah yang ada di dunia ini rasanya tertuang dalam media sosial.

Hal buruknya adalah kita sering membandingkan diri dengan semua kisah tersebut. Tanpa menjadikannya sebagai penyemangat untuk mengembangkan kemampuan.

Terus bagaimana cara terbaik untuk mengatasi rasa rendah diri atau minder?

Cara Mengatasi Minder

Mengatasi minder karena fisik membutuhkan kesadaran diri dan upaya yang berkelanjutan. Tidak bisa instan dan langsung beres. Beberapa strategi yang dapat kita lakukan, antara lain:

1. Pengakuan dan Penerimaan

Mengakui dan menerima perasaan minder sebagai langkah pertama untuk mengubahnya. Bila kita tidak mau mengakui dan menerimanya, apa yang harus kita atasi? Benar ‘kan?

2. Menghindari Perbandingan

Berusaha untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain dan fokus pada kemajuan pribadi. Setiap orang punya waktunya sendiri. Asal kita mau berusaha, kita akan sampai pada waktu yang tepat untuk menikmati segala hasil jerih payah kita.

3. Memperkuat Kepercayaan Diri

Melakukan aktivitas yang meningkatkan kepercayaan diri, seperti olahraga, hobi, atau belajar keterampilan baru. Hal ini mungkin tidak mudah dan butuh proses. Tapi, kita harus segera memulainya.

4. Mencari Dukungan

Berbicara dengan teman, keluarga, atau profesional kesehatan mental yang dapat memberikan dukungan dan perspektif baru. Terlebih bila masalah yang membuat kita minder terasa berat.

5. Mindfulness dan Meditasi

Kita juga bisa praktik tentang mindfulness dan meditasi. Keduanya dapat membantu kita untuk mengurangi stres dan meningkatkan penerimaan diri.

Kesimpulan

Minder bukanlah kondisi yang harus kita hadapi sendirian atau kita biarkan tanpa pengobatan.

Dengan strategi yang tepat dan dukungan yang memadai, seseorang dapat mengatasi perasaan minder dan membangun rasa percaya diri yang lebih kuat.

Penting untuk kita ingat bahwa setiap orang berharga dan memiliki potensi untuk berkembang. Sehingga, kita tidak perlu merasa rendah diri daripada orang lain.

16 pemikiran pada “Minder Adalah: Ciri-ciri, Penyebab, Hingga Cara Mengatasinya”

  1. Saya teemasuk ornag yang minder, dulu waktu smp awal. Tapi setelah tahu saya ada bekal prestasi, jadilah terkikis minder itu dan jadi percaya diri. Apalagi setelah percaya diri ada jadi makin semangat belajar, dna wal hasil selalu diminta guru buat jelaskan di kelas lain setiap pelajaran bahasa inggris. Kalau nemu kekuatan, minder jadi bisa ditekan dan diubah.

    Balas
  2. Daripada minde rmemang kita harus percaya diri. Aku sempat minder disaat masuk komunitas yang dimana mereka banyak obrolan dan aku ga paham. Tapi lama kelamaan asal ngbrol dan nyambung aja malah sekarang jadi lebih dekat kalo ngbrol karena dah paham apa yang diobrolin

    Balas
  3. Meskipun minder merupakan hal yang wajar, jika dibiarkan, rasa ini bisa menjadi teman lama yang mengganggu. Dampak negatifnya tak hanya pada kesehatan mental, tapi juga bisa menghambat potensi diri dalam berbagai aspek kehidupan.

    Balas
  4. Pernah berada di posisi minder, bahkan sampai sekarang pun kadang masih terasa karena efek dari pengalaman masa lalu yang kurang menyenangkan.
    Butuh waktu lama untuk berdamai dengan diri sendiri sampai akhirnya bisa mengurangi rasa minder ini. Ya, waktu adalah obat kita kita memang mau move on ke arah yang lebih positif. Sedikit demi sedikit rasa minder ini bisa kita kikis

    Balas
  5. Menghindari perbandingan! Nah, bener nih. Aku menghindari perbandingannya tuh, dengan menghindari teman yg suka banding-bandingin anaknya sama anakku.
    Tadinya sok sopan nanya, kabar. Ujungnya bangga-banggain anaknya.
    Males kaaan…
    Wkwkwk…curcol…

    Balas
  6. Aku sering banget merasa minder, memang hidup nggak boleh membandingkan diri sama orang lain. Tapi sepertinya sulit jika orang lain apalagi saudara masih suka membanding-bandingkan

    Balas
  7. Saya ada teman dan saudara yg bisa dibilang minderan. Yaitu gitu saya terus kasih motivasi, kasih pengakuan, pujian sesuai realiy, akhirnya rasa pede muncul dengan sendirinya
    Ditambah tips dari artikel ini makin semangat nih saya nanti kasih support nya

    Balas
  8. Aku pernah merasa minder sama orang. Nggak mau sampai berlarut aku alihkan aja sama hobi dan kembangkan potensi dari dalam diri. Ya, walaupun rasa minder itu kadang muncul lagi, tapi setidaknya udah tahu fokusnya harus kemana.

    Balas
  9. Lingkungan punya pengaruh kuat juga ya menjadikan seseorang jadinya minder. Tinggal seseorang tersebutlah yang kudu bangkit mengatasi nya

    Balas
  10. Bedanya minder sama rendah hati itu setipis tisu yaa, ka?
    Akutu kalau lagi kumpul sama orang banyak, suka. Cuma untuk menimbulkan semangat buat kumpulnya ini yang PR banget. Kayak adaaaa aja alasan untuk gak ikutan. Hehehe, gitu namanya minder gak, ka?

    Balas
  11. Pernah jadi orang yang selalu merasa minderrr bangett. Alhamdulillah sepertinya ngga berjalan lama, dapat lingkungan yang bisa mengubah untuk optimis, percaaya diri dan selalu produktif. rejeki bangettt

    Balas
  12. Betul bgt kak. Sering sih perasaan minder ini menghantui kita kalo dibandingkan dgn org lain.

    Tp ya biar kita ga stres jg (krn ga akan ada habisnya hidup kita bakal dibandingin dgn org lain). Lbh baik fokus penerimaan diri serta memperbaiki skill dan attitude kita agar hdp lbh baik lg.

    Balas
  13. Pernah ada di posisi ini euy, minderan parah dan apa-apa merasa serba salah. Tapi untungnya sejak merantau dan memutuskan sekolah di Jawa, dan lepas dari lingkaran lama, rasa optimis dan percaya diri terbentuk. Lingkungan sekitar jadi faktor pendukung sih

    Balas
  14. aku sedang melatih anakku agar tidak minder, kadang ia tidak percaya diri, padahal sebenarnya ia mampu. aku menawarkan anakku untuk mengikuti lomba2 dan pertunjukan seni tari untuk mengasah rasa percaya dirinya.

    Balas

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.