7 Alasan Tinggal Di Bali yang Bikin Kita Betah

Aku punya beberapa kakak sepupu yang tinggal di Bali. Satu karena dia menikah dengan orang Bali. Beberapa yang lain karena merantau di sana.

Pas nikahan sepupuku, aku sempat tinggal di Bali selama beberapa hari. Kami mengunjungi beberapa tempat wisata. Pantai dan lain-lain.

Sempat terlintas dalam benakku yang kuutarakan pada saudara-saudara yang lain. “Enak kali ya kalau kita tinggal di Bali”.

Alasan Tinggal Di Bali

Bukan tanpa alasan aku mengemukakan statement itu sih. Seenggaknya, waktu itu, aku berpikir punya beberapa alasan tinggal di Bali sebagai berikut:

1. Tempat Wisata di Depan Mata

Apa sih yang ada dalam benak Teman-teman saat mendengar kata Pulau Bali? Kalau aku sudah pasti membayangkan liburan yang asyik di pantai-pantai yang indah, kayak Nusa Dua, Kuta sampai Jimbaran.

Belum lagi, tempat nongkrongnya. Kita mau pilih yang tenang, damai dengan view yang mempesona pun banyak.

Saat kita tinggal di Bali, maka semua tempat wisata itu seperti ada di depan mata. Kalau kita suntuk dan penat sama pekerjaan atau masalah-masalah yang menghampiri. Nggak perlu jauh-jauh pergi.

Bacaan Menarik Lainnya:

2. Nggak Terlalu Macet

Bali ‘kan kota besar ya, Gaes. Kebayang dong macetnya mungkin sama seperti kota-kota besar lain, kayak Surabaya atau Jakarta.

Tapi di Bali beda, Gaes. Tingkat kemacetannya nggak terlalu tinggi. Jadi, kita nggak perlu susah mengatur waktu berangkat ke kantor kalau lagi mau kerja.

Teman-teman mau cari kerja di Pulau Dewata? Ada banyak pilihan pekerjaan di hhrma Bali kok.

Paling macetnya cuma di sekitar daerah-daerah yang jadi tempat wisata doang. Wajarlah ya. Namanya juga banyak turis baik dari lokal maupun luar yang datang dan menikmati suasana Bali.

3. Biaya Hidup Tergantung Gaya Hidup

Ngomongin biaya hidup, kita memang punya pilihan masing-masing. Kalau kita pingin hedon saat tinggal di Bali, maka biaya hidup kita pasti akan melambung tinggi. Tinggal kita banyakin aja stok duit.

Tapi, kalau kita ingin hidup yang sederhana. Bali pun memberikan pilihan-pilihan yang sesuai dengan gaya hidup ini.

Intinya adalah bagaimana kita mau menjalani hidup saat tinggal di Bali. Karena sejatinya, Pulau Dewata itu sudah memberikan banyak pilihan yang sesuai dengan dompet dan harapan kita.

4. Warga Bali Punya Toleransi Tinggi

Kita yang beragama selain Hindu nggak perlu merasa khawatir. Meskipun kita termasuk penduduk yang minoritas, tapi warga Bali punya toleransi yang tinggi kok.

Mereka percaya bahwa keyakinan bersifat pribadi. Jadi, nggak perlu digemba-gemborkan.

Seperti kakakku yang sudah tinggal di sana. Nggak pernah terdengar punya masalah dengan warga di sana. Katanya, Bali punya suasana rukun meski ada banyak perbedaan di sana.

5. Warga Bali Nggak Terlalu Memandang Status Sosial

Kalau kita mau melihat lebih dekat penduduk di Bali. Mereka terlihat sangat bahagia. Kok bisa ya?

Konon katanya, penduduk Bali sudah diajarkan bertemu dengan banyak orang sejak masa kecilnya. Mereka juga nggak mempermasalahkan latar belakang sosial orang-orang yang mereka temui.

Bacaan Menarik Lainnya:

6. Suasana Alam Masih Bersih

Suasana Alam di Bali
Suasana Alam di Bali Masih Alami

Kalau kita perhatikan, banyak juga kalangan artis yang pilih menetap di Bali. Sebut saja Andrew White, Jesica, Happy Salma dan lain-lain.

Nggak heran sih. Pulau Dewata itu memang menjadi tempat tinggal impian. Alasannya karena bentang alamnya masih bersih. Minim polusi udara. Nggak kayak di kota-kota besar, kayak Jakarta.

Kita masih bisa merasakan hidup berdampingan dengan alam lho. Misalnya latar pemandangan gunung, terasering apalagi pantai. Masih bebas kita lihat lho.

7. Kolaboratif

Alasan tinggal di Bali yang paling menyenangkan adalah penduduknya sangat kolaboratif dan kooperatif. Apalagi kalau sudah berurusan dengan bisnis.

Wajar sih ya. Namanya juga daerah pariwisata. Pasti bisa menciptakan bisnis dari apapun. Mau itu kuliner, kerajinan tangan dan lain-lain.

Penduduk di Bali berprinsip bahwa rezeki harus kita bagi-bagi. Makanya, kita bisa perhatikan kebanyakan mereka menjalankan kompetisi bisnis yang sehat.

Sehingga, bukan hal yang aneh saat kita melihat peluang kerja di hhrma Ubud.

Gimana? Masih Perlu Alasan Lain Tinggal Di Bali Biar Betah?

Ini hanya tulisanku saat merasakan beberapa hari tinggal di Bali. Aku yakin masih ada banyak alasan tinggal di Bali yang bisa kita gali. Tentu saja, semua akan membuat kita betah.

Bahkan mungkin kita enggan untuk kembali ke tempat asal. Lantas berpikir untuk menetap saja di sana.

Bacaan Menarik Lainnya:

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.